Skip to main content

Benarkah Orang Yang Terpapar Covid-19 Diasingkan ?


Beraksi.com-Selasa 17 May 2022

Penulis : Jennifer Agnes

SURABAYA, Beraksi.com - Covid-19 sudah terjadi sejak awal 2020. Covid-19 ini memiliki dampak dan perubahan yang besar bagi setiap negara terutama masyarakat. Banyak sekali dampak yang dirasakan karena adanya Covid-19 ini banyak orang yang terpaksa di PHK karena perusahaan yang menururun, banyak orang yang kehilangan/bangkrut usahanya karena tidak ada lagi pembeli atau sumber penghasilan yang ia dapat.

            Tidak hanya itu banyak sekali orang yang terpapar virus Covid-19 di awal-awal tahun 2020. Seluruh negara bahkan presiden sampai masyarakat pun kaget dengan adanya pandemic ini karena semua berubah 180 derajat. Dimana pekerjaan, sekolah, kuliah semua dilakukan secara daring atau melalui rumah masing-masing.

            Tenaga medis dan rumah sakit pun sangat kewalahan saat pertama kali adanya kasus Covid-19 ini semua rumah sakit full dengan pasien covid. Bahkan banyak sekali orang takut keluar rumah sampai jalanan dimana-mana seperti jalanan mati karena tidak ada orang yang berani keluar rumah karena takut terpapar virus Covid-19.

Tidak hanya itu saja setelah virus Covid-19 menyerang hampir satu tahun, kemudian muncul baru varian-varian covid baru lainnya, seperti Alpha, Delta, dan Omicron. Pada saat waktu varian delta menyerang banyak masyarakat yang harus melakukan isoman sendiri di rumah karena ia tidak mendapatkan rumah sakit karena dimana mana penuh.

            Saat ditemui  beraksi.com, Arden pun bercerita bagaimana awal mula terkena virus covid-19 ini.

Awalnya hanya merasa kalau ini flu biasa, Ia berkata bahwa ‘‘ Saya terpapar virus covid-19 ini pada 20 Juni 2021 varian Delta. Awal mula Saya terpapar virus ini Saya mengalami gejala seperti panas, batuk dan pilek’’. kemudian ia melakukan swab dan ternyata hasilnya positif. Selama ia terkena covid pun ia melakukan isoman sendiri di rumah dengan makan makanan sehat serta mengonsumsi buah setiap harinya.

            Arden mulai merasakan gejala sakit ini setelah ia pergi dari luar kota bersama keluarganya selama satu minggu.

            Selama melakukan isoman Arden juga mengonsumsi obat serta vitamin yang disarankan oleh dokter. Kurang lebih ia melakukan isoman sekitar 2 minggu. Arden juga mengatakan dampak yang ia rasakan saat terkena covid, ‘‘ saya jadi merasa bosan karena tidak bisa kemana mana dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti kuliah dll ’’. ujar Arden.

            Setelah selesai masa isoman pun ada beberapa gejala yang masih dirasakan oleh Arden. Seperti kehilangan penciuman dan rasa. ‘‘ setelah Saya isoman selama 2 minggu dan swab lagi ternyata hasilnya sudah negative, namun saya masih mengalami efek tidak bisa merasakan makanan dan mencium bau ’’. ujar Arden.

            Selly yang sempat terkena virus Covid-19 pun bercerita ‘‘ awal mula saya terkena covid badan saya panas kemudian mengalami sesak napas yang tidak terlalu berat. Awalnya saya hanya membeli tabung oksigen saja untuk dirumah namun ternyata menjadi lebih parah semakin hari sehingga langsung di bawa ke rumah sakit untuk isoman di rumah sakit. ’’

            Dampak yang paling dirasakan Selly saat ia terkena virus Covid-19 yaitu dia jadi merasa sendiri karena tidak ada yang bisa menemani ia saat sakit. ‘‘ saat sakit saya hanya di kamar sendiri berbaring dengan menggunakan tabung oksigen karena tidak boleh ada yang menjenguk itu yang membuat saya sedikit merasa sedih dan bosan melakukan karantina. Apalagi kondisi saya yang sangat parah untuk ke toilet aja sangat susah. Karena harus menunggu susternya dating terlbih dahulu untuk membantu saya’’. kata Selly.

            Saat Selly selesai melakukan karantina 2 minggu lebih dan isoman mandiri di rumah Selly pun Kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Awalnya Selly mengira bahwa teman-teman takut berdekatan dengan dia karena habis terpapar virus Covid-19 tapi ternyata tidak.

‘‘ saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa pergi ke kantor untuk bekerja dan teman-teman saya juga biasa saja setelah tau bahwa saya sudah negative dan sehat ’’. ujar Vellyn

            Masyarakat juga beranggapan bahwa lama kelamaan virus Covid-19 ini hanyalah virus biasa seperti flu pada umumnya. Cumin virus ini akan berakibat fatal apabila orang yang terkena virus ini sudah tua dan memiliki antibody yang kurang serta memiliki Riwayat penyakit. Karena itu akan membuat orang tersebut sangat drop dan sakit, sehingga tidak sedikit orang yang meninggal saat terpapar virus Covid-19 terutama varian Delta dan Alpha, varian yang sangat ganas tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Konser Soundsfest 2022 Terpaksa Dibubarkan

Beraksi.com - Rabu, 27 April 21.00 WIB Penulis : Vallen Lando SURABAYA, Beraksi.com -,Konser Soundfest yang rencananya bakal digelar Selasa (29/03/2022) terpaksa dibubarkan Satgas Covid-19 Pemerintah Bandung. Konser yang menampilkan Tulus sebagai bintang tamu, dibubarkan lantaran panitia belum mengantongi izin. "Iyah betul dibubarkan. Dia (panitia) enggak punya izin," kata Kasatgas COVID-19 Kota Bandung Asep Saeful Gufron kepada dihubungi via telepon, Selasa (29/3/2022). Asep mengatakan ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan dibubarkannya acara ini, salah satunya adalah panitia konser tak menempuh perizinan sesuai kondisi pandemi COVID-19 di Kota Bandung yang tengah melaksanakan PPKM level 3. Insiden ini membuat banyak penonton geram dan kecewa, karena pembatalan dilakukan satu jam sebelum konser tersebut dimulai. Banyak dari mereka menuangkan kekesalannya melalui media sosial salah satunya tiktok. Bagas, penonton yang ditelusuri Beraksi.com, melampiaskan kekesalan dan k...

Menikmati Sunset di Pantai Kota Raja

Berkasi.com-Senin, 22 Mei 2022 Penulis : Teresa Wale Ende,Beraksi.com Tempat wisata yang wajib di kujungi bila datang ke Ende adalah destinasi wisata pantai K ota R aja . Tempat wisata yang baru dibangun oleh   pemerintah Kabupaten Ende   pada tahun 2021. Tempat wisata ini berada di sebelah barat pelabuhan Ende . Wisata Pantai Kota Raja ini terletak   Kelurahan Kota R atu , Kecamatan Ende Utara, N usa Tenggara Timur. W i sata Pantai kota raja s emenjak di buka tempat pada awal tahun 2022   ini menarik minat pengunjung. setiap harinya banyak sekali   masyarakat yang berdatangan, bukan hanya dari dalam kota Ende saja tetapi juga dari luar kota. Dari tempat wisata ini juga para pengunjung dapat melihat salah destinasi wisata yang terkenal di Kabupaten Ende yaitu gunung meja yang jaraknya tidak begitu jauh dari wisata pantai Kota Raja. Para pengunjung yang dat a ng juga ada sambil berfoto-foto,menikmati sunset atau bahkan   berolahraga. Untuk karcis m...