Skip to main content

KENAIKAN HARGA DAGING SAPI MEMBUAT WARGA RESAH



Beraksi.com-Senin 30 April 2022

Penulis : Glen Bulain




SURABAYA, Beraksi.com - Ketersediaan pasokan daging sapi dalam negara dinilai belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Terbukti dengan masih berjalannya pengimporan daging sapi impor dari negara lain seperti Australia. Pertumbuhan penduduk yang pesat turut mempengaruhi peningkatan pembelian daging sapi per tahun. Namun, mengingat pandemi yang belum berakhir membuat daya beli masyarakat juga tidak setinggi sebelum pandemi.

 

Beberapa hari sebelum lebaran, harga daging sapi mengalami lonjakan harga hingga nyaris Rp. 200.000/kg. Bahkan sebulan menjelang lebaran, harga daging sapi sempat menyentuh harga Rp. 150.000/kg. Tak heran banyak warga yang mengeluhkan permasalahan ini setiap harinya. Kenaikan harga daging sapi tentu membuat warga resah, tak hanya bagi para penjual namun juga bagi para konsumen. Kondisi ini membuat mereka harus berpikir cermat. Para penjual dipaksa berpikir mengenai cara agar bisa terus berjualan dan menghasilkan untung, sedangkan para pembeli berpikir mengenai budget belanja mereka.

 

Kenaikan harga daging sapi ini juga diikuti dengan kenaikan bahan pangan yang lain. Seperti, daging ayam, cabai rawit, hingga bawang-bawangan. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan rakyat pada kebutuhan daging sapi, terutama menjelang lebaran. Namun, produksi sapi lokal dan pasokan negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan yang tinggi ini. Impor daging sapi pun sudah dilakukan, namun karena harga sapi impor yang tinggi dan adanya perbedaan kurs membuat harga nasional sulit dikendalikan.

 

Para warga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini. Cicianti, salah satu warga yang juga merupakan pembeli rutin daging sapi mengeluhkan ia harus mengatur kembali keuangan belanjanya agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

 

“Ya pastinya saya tetap membeli tapi saya kurangi, yang tadinya satu minggu bisa 2 sampai 3 kali beli jadi seminggu sekali saja,” curhat Cicianti mengenai kenaikan harga daging sapi.  

 

Dampak dari kenaikan harga daging sapi ini berpengaruh pada keputusan konsumen dalam membeli daging sapi. Sebagian masyarakat yang berpenghasilan atas mungkin tidak akan merasa keberatan dengan harganya, namun bagi masyarakat menengah kebawah tentu harga ini menjadi momok. Mereka akan berpikir kembali mengenai tindakan yang harus diputuskan, entah itu mengurangi jumlah yang dibeli atau malah berpindah pada produk pangan lain.

 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, menanggapi bahwa ketersediaan daging sapi masih aman sehingga seharusnya tidak ada kenaikan harga. Nyatanya, apa yang terjadi di lapangan berbeda dengan tanggapannya. Harga daging sapi melonjak drastis, membuat Nasrullah meminta Satgas Pangan untuk menelusuri penyebab masalah ini. 

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....