HARGA PERTALITE DIBERI SINYAL AKAN NAIK, DRIVER OJOL MERASA DIRUGIKAN SETELAH BERPINDAH DARI PERTAMAX
Beraksi.com-Selasa 1 Mei 2022
Penulis : Glen Bulain
SURABAYA, Beraksi.com - PT Pertamina (Persero) telah resmi menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dimana telah terjadi kenaikan yang cukup drastis. Dari yang semula seharga Rp. 9.000 - Rp. 9.400 per liter menjadi Rp. 12.500 - Rp. 13.000 per liter. Kenaikan ini tentu berdampak negatif bagi rakyat, terutama bagi para driver ojeg online (ojol). Banyak dari mereka yang memilih mengisi kendaraannya menggunakan Pertamax, namun karena adanya kenaikan ini mereka harus berpikir ulang. Mereka merasa kecewa dengan keputusan yang telah ditetapkan, apalagi sekarang kita masih belum bebas dari pandemi.
Tidak lama setelah harga Pertamax resmi naik, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite juga diisukan akan naik pula. Ini disebut karena dampak dari kenaikan Pertamax membuat banyak pengguna kendaraan, termasuk para driver ojol, terpaksa beralih menggunakan Pertalite. Akibatnya, kelangkaan terjadi pada stok Pertalite. Penyebabnya tidak lain karena permintaan masyarakat yang tinggi, namun ketersediaan yang ada belum bisa menyanggupi permintaan ini. Banyak SPBU mulai melakukan pembatasan pengiriman Pertalite per harinya.
“Ya dari perusahaan sendiri tidak memberikan uang tambahan untuk membeli pertalite dan juga penghasilan kami semakin menurun. Menurut saya dengan naiknya harga pertalite pemerintah harus memberikan subsidi yang cukup kepada kami agar dapat memenuhi kebutuhan kami,” curhat Pak Anto, salah satu driver ojol yang merasakan dampak dari kenaikan harga pertalite.
Driver ojol berharap pemerintah dapat mengambil tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini. Apalagi bahan bakar minyak (BBM) merupakan suatu kebutuhan yang penting bagi para driver ojol. Modal yang mereka keluarkan untuk melakukan pekerjaan ini salah satunya juga dari BBM, selain motor dan handphone. Penumpang driver ojol yang makin hari makin sepi juga turut memperparah kerugian yang dirasakan oleh para driver ojol. Jika mereka terus memaksakan diri tetap menggunakan Pertamax, dampaknya akan dirasakan langsung pada pendapatan mereka.
Pemerintah mengingatkan bahwa harga minyak dan gas dunia memang sedang terus mengalami lonjakan tinggi sepanjang tahun ini. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan perhitungan secara cermat mengenai kenaikan Pertalite yang diisukan akan ikut naik. Tidak lupa, sosialisasi juga akan dilancarkan untuk seluruh masyarakat. Pemerintah juga melakukan perhitungan pada besarnya subsidi dan kompensasi yang akan diberikan untuk masyarakat. Harapannya beban masyarakat, terutama driver ojol, atas kenaikan produk BBM dapat berkurang.

Comments
Post a Comment