Beraksi.com-Jumat,
29 April 2022 15.00 WIB
SURABYA,
Beraksi.com
- Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan satu jalan
untuk memasuki dunia perkuliahan. Mengutip databoks.kadata.co.id Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi
(LTMPT) mencatat ada 612.049 peserta yang mendaftar SNMPTN 2022. Jumlah tersebut
naik sekitar 3,09% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 593.667
peserta.
SNMPTN adalah salah satu jalur masuk
yang menyeleksi lewat nilai rapor dan prestasi akademik para siswa sebagai
kriteria agar dapat lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Bagi sebagian orang, pengumuman
kelulusan SNMPTN adalah hal yang menegangkan termasuk Charvia Lee, murid SMA
Frateran Surabaya yang lolos SNMPTN 2022.
Charvia membagi strateginya, “Dari kelas 8 SMP sudah tahu jurusan yang
diminati dan belajar semaksimal mungkin. Ada enam mata pelajaran seperti
sosiologi, Bahasa Indonesia, dan lain-lain yang nilainya saya maksimalkan.
Selain itu ada support system dari teman, orang tua, dan guru,”. kata
Charvia.
Santo merupakan guru BK SMA Frateran
Surabaya memaparkan perannya membantu para murid yang
mengikuti SNMPTN yaitu memberikan bimbingan secara umum, mendukung dengan
memasukkan nilai PDSS atau Pangkalan Data Sekolah dan Siswa, menjadi perantara
bagi siswa agar termasuk dalam SNMPTN.
Santo memperjelas melalui indeks siswa, guru wajib menjaga kekonsistenan nilai dan prestasi lomba siswa. Indeks sekolah juga membantu memperkirakan peluang lolos dengan melihat alumni yang telah lolos sebelumnya serta peluang menambah kuota. Terakhir, indeks daerah yaitu masuk ke PTN luar pulau agar saingannya berkurang.
Charvia mengatakan bahwa, “nilai rapor
dan sertifikat akademik juga berpengaruh. Bisa dilihat taun yang kemarin berapa
nilai rata-rata yang lulus SNMPTN, kalau taun kemarin nilai rata-rata 89, nilai
kita 86 yaitu beda 3 nilai, itu merupakan jarak nilai yang jauh dan kemungkinan
kecil buat masuk,” kata Charvia
Siswa lain adalah Kartika, murid
SMAN 1 Surabaya yang menyebut salah satu faktor tidak lolos SNMPTN karena kurangnya
prestasi dan nilai. Perasaan kecewa tetapi tidak dijadikan penyesalan dan orang
tua tetap support.
Kartika mengatakan bahwa, “faktor
mengapa saya tidak lolos SNMPTN karena saya kurang dalam hal presentasi dan
nilai. Saya dari awal memang belajar sendiri tidak ada bantuan dari siapapun
maka hasil nilai juga tidak maksimal,” tutup Kartika
Sebagai murid, Charvia sendiri
sangat mendukung adanya SNMPTN karena menjadi kesempatan bagi murid yang berprestasi
untuk memiliki peluang besar lolos SNMPTN.
Sementara bagi Didiek, guru SMAN 17
Surabaya, sangat mendukung sendiri sangat mendukung terbukti adanya bimbingan
bimbel gratis untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademik. Selain
itu, Didiek sebagai guru BK membuka konsultasi bagi murid yang masih bingung
dan membutuhkan informasi tentang SNMPTN.
Perubahan
Jadi Sumber Masalah
Santo menjelaskan hal kontra terhadap program SNMPTN yaitu perubahan setiap tahun yang menimbulkan masalah. Problemnya seperti “data-data murid yang tidak berminat ke PTN ikut tertera pada PDSS sehingga membuat server down sampai lewat batas waktu. Sekarang hanya murid yang benar-benar ingin masuk ke PTN. Problem server down seperti ini sangat membuat kegaduhan satu sekolah terutama guru-guru dan tidak sedikit dari wali murid yang melakukan aksi protes,” tutup Santo.

.jpeg)
Comments
Post a Comment