Skip to main content

Homeschooling: Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19?


Beraksi.com-Sabtu, 30 April 2022, 15.30 WIB.

Penulis: Martinus Ikrar Raditya

SURABAYA, Beraksi.com-Selama pandemi Covid-19, tidak sedikit orang tua dan anak yang memutuskan untuk melakukan homeschooling atau sekolah mandiri di rumah. Namun banyak pihak yang mempertanyakan terkait sistem homeschooling tersebut.

Pandemi membuat banyak orang keliru menganggap sekolah daring sama dengan homeschooling karena sama-sama melakukan pembelajaran di rumah, namun kenyataannya kedua hal tersebut berbeda.

Menurut Direktur Pendidikan Kesetaraan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Ella Yulaelawati, homeschooling merupakan suatu layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua atau keluarga dengan proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif. Meski pun homeschooling merupakan lembaga pendidikan nonformal, namun ini tidak jauh berbeda dengan pendidikan formal di sekolah. Menurut Samto, Direktur Pendidiakn Masyarakat dan Penddikan Khusus Kemendikbud, yang membedakan adalah metode pembelajarannya.

Homeschooling telah terjamin legalitasnya dan telah tertulis dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta teknisnya juga telah diatur dalam Permendikbud Nomor 129 Tahun 2014 tentang sekolah rumah.

Apakah homeschooling tersebut efektif?

Menurut Charisa Alexandrite (15), siswi homeschooling sejak kelas 1 SD hingga sekarang kelas 2 SMP, merasa homeschooling sangat efektif bagi dirinya.

Karena homeschooling ini kita lebih fokus ke satu(pelajaran, hobi) itu, jadi satu itu diasah bener-bener,” ujar Charisa.

Sama seperti Michael Putra (17) yang menganggap pembelajaran ini dirasa efektif dan nyaman bagi dirinya.

“Saya suka homeschooling karena saya kurang suka bicara sama orang lain, enaknya homeschooling itu pelajarannya lebih terarah,” ujarnya. Micael juga mengatakan “Kita bisa minta gurunya lebih memperdalam(pengajaran) ilmu sesuai yang kita mau”

Apa peran orang tua?

Orang tua dapat berperan sebagai guru atau juga dapat mendatangkan guru pengajar atau tutor ke rumah. Peran utama orang tua adalah mendukung dan mendampingi anak mulai dari menentukan arah tujuan pendidikan, keterampilan dan kemampuan yang akan diasah, memilih kurikulum yang diperlukan, hingga mengawasi atau memantau keseharian belajar anak serta perkembangannya. Agar tidak bosan di rumah saja, orang tua dan anak dapat meminta kepada guru atau tutor untuk melakukan pembelajaran di luar rumah. Semua itu tergantung pada kesepakatan anak dan orang tua. Dalam hal ini komunikasi dua arah menjadi sangat penting antara orang tua dan anak.

“Peran orang tua hanya mendukung, mendampingi, mengarahkan, memberi semangat dan membayar uang kursus. Peran anak bebas ingin mempelajari apa yang disukai dan apa ingin dipelajari tapi harus dengan komitmen dan tanggung jawab” ujar Vivi, ibu dari Charisa Alexandrite.

Bagaimana dengan Ijazah?

Terkait evaluasi pembelajaran apa bila dibutuhkan, keluarga dapat mengambil ujian kesetaraan di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ujian ini dibutuhkan untuk mendapatkan ijazah yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Dengan kata lain, ijazah pada homeschooling memiliki legalitas yang sama dengan sistem sekolah pada umumnya dan telah diatur oleh pemerintah.

Lalu bagaimana dengan sosialisasi anak?

Pengalaman sosialisasi anak tentu cenderung berkurang, namun hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara seperti bersosalisasi dengan teman-teman dari tempat ibadahnya, sekolah minggu, mengikuti berbagai workshop, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya pandemi, homeschooling dapat menjadi alternatif yang efektif. Tidak perlu takut dengan masalah sosialisasi karena para pelajar homeschooling juga tidak kalah gaul.

Homeschooling itu ngga buruk seperti yang dipikirkan dan tidak membatasi apa yang ingin dilakukan, kalian bisa explore dunia yang lebh jauh dari pada di sekolah biasa,” ujar Michael.

Dengan adanya teknologi dan media sosial dapat mempermudah anak dalam bergaul dan memiliki teman. Secara keseluruhan homeschooling tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Menikmati Sunset di Pantai Kota Raja

Berkasi.com-Senin, 22 Mei 2022 Penulis : Teresa Wale Ende,Beraksi.com Tempat wisata yang wajib di kujungi bila datang ke Ende adalah destinasi wisata pantai K ota R aja . Tempat wisata yang baru dibangun oleh   pemerintah Kabupaten Ende   pada tahun 2021. Tempat wisata ini berada di sebelah barat pelabuhan Ende . Wisata Pantai Kota Raja ini terletak   Kelurahan Kota R atu , Kecamatan Ende Utara, N usa Tenggara Timur. W i sata Pantai kota raja s emenjak di buka tempat pada awal tahun 2022   ini menarik minat pengunjung. setiap harinya banyak sekali   masyarakat yang berdatangan, bukan hanya dari dalam kota Ende saja tetapi juga dari luar kota. Dari tempat wisata ini juga para pengunjung dapat melihat salah destinasi wisata yang terkenal di Kabupaten Ende yaitu gunung meja yang jaraknya tidak begitu jauh dari wisata pantai Kota Raja. Para pengunjung yang dat a ng juga ada sambil berfoto-foto,menikmati sunset atau bahkan   berolahraga. Untuk karcis m...

Yuk ! Intip Wisata Bawah Tanah di Balai Pemuda Surabaya

Beraksi.com-Sabtu, 30 April 2022, 16.08 WIB Penulis: Ayu Intan Maharani SURABAYA, Beraksi.com - Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya(Alun-Alun Surabaya) kembali dibuka dengan diadakannya berbagai pameran. Menariknya, lokasi pameran tersebut berada di area ruang bawah tanah (basement). Terletak di Jalan Gubernur Suryo No 15, bagi Anda yang ingin berkunjung dapat memasuki area bawah tanah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan wajib melakukan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi. Area basement yang terletak pada Alun-Alun Surabaya ini sudah mulai beroperasi setiap hari selasa hingga minggu, mulai pukul 09.00 - 19.00 WIB. Dalam tarif wisatanya, para pengunjung yang datang tidak dipungut biaya/gratis. Dalam acara pameran ini para pengunjung bisa menikmati suasana Alun-Alun  Surabaya dengan menikmati konsep yang berbeda-beda. Pameran tersebut merupakan pameran foto yang juga dari dokumentasi dinas lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu juga adanya pameran...