Skip to main content

Kenali Lebih Dekat Makanan Legendaris Khas Surabaya Yang Satu Ini


Beraksi.com-Sabtu, 23 April 2022

Penulis : Louis Andrew

Surabaya, Beraksi - Bagi Anda yang sedang di Surabaya, sangat patut untuk mencoba masakan Lontong Balap Pak Gendut yang sudah melegenda. Cita rasanya yang khas tetap bertahan meski sudah berpuluh-puluh tahun. Bagi masyarakat Kota Surabaya, nama itu dan lokasinya sudah sangat mudah dicari. Iya, kuliner khas kota pahlawan itu berada di Jalan dr Moestopo, dekat Stasiun Gubeng.Sebutan Pak Gendut merupakan panggilan akrab sang pendiri warung yang memiliki nama

asli Abdul Rohim. Dia mengawali usaha lontong balapnya dengan menggunakan pikulan bambu yang ia pikul dan berkeliling dari rumah ke rumah. Pak Gendut berinisiatif membuka warung di Jalan Kranggan Sawahan Kota Surabaya dengan nama Lontong Balap Garuda pada awal tahun 1958. Hingga tahun 1987, usaha kuliner itu akhirnya diwariskan kepada putranya yang menjalankan usahanya sampai saat ini yakni, Pak Aris. Tahun 1995, Lontong Balap Garuda berganti nama. Pak Aris selaku putra dari Pak Gendut, mengubah nama sebutan usahanya itu menjadi Warung Lontong Balap Pak Gendut.

Setelah 54 tahun setia melayani pelanggan di Jalan Garuda Sawahan Kota Surabaya, warung tersebut kemudian berpindah lokasi di Jalan Mayjen Prof Dr Moestopo Nomor 11 Pacar Keling Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya hingga sekarang. Di tempat barunya, Lontong Balap Pak Gendut tak kehilangan pelanggan. Makanan asli Jawa Timur berupa irisan lontong dan tauge berkuah itu tetap menjadi buruan pecinta kuliner.  Pak Feri mengaku selalu melayani puluhan pembeli setiap hari. Beliau berkata “Biasanya setiap hari kita raup pendapatan antara 3 juta rupiah hingga 4 juta rupiah,”. Namun, beliau bercerita bahwa dalam setahun terakhir omset yang diperoleh menurun drastis yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 yang mengelilingi kita. Dalam sehari, Lontong Balap Pak Gendut hanya memperoleh pemasukan  kurang lebih Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000. halangan covid -19 ini bukan lah halangan untuk menurunkan usaha lontong balap pak gendut, hingga saat ini lontong balap pak gendut masih diminati oleh masyarakat dan juga arek-arek Suroboyo lainnya.


Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....