Skip to main content

Para Penjual Jasa yang Merayap Maju di Arus Pandemi

 

Beraksi.com-Rabu 18 Mei 2022

Penulis : Jessy Indrawan



Probolinggo, Beraksi - Pernahkah kamu berpikir bahwa kegiatan ekonomi dalam negara kita ini khususnya, adalah sebuah mata rantai yang saling berkaitan? Kota tampak ramai saat desa ada panen. Kota kecil ramai, kota besar ikut padat. Kegiatan bisnis memang seperti siklus. Desa ada penghasilan, mereka berbelanja ke kota, kota kecil banyak permintaan, mencari barang ke kota besar. Kota besar mencari bahan dasar yang murah di desa. Semua berjalan semestinya sampai terjadi pandemi. Mulai lamban, mulai tersendat dan bahkan ada beberapa usaha yang tidak bertahan.

Demikian pula yang terjadi di kota Probolinggo. Walaupun termasuk kota ke empat terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang dan Pasuruan, Probolinggo bukan kota industri dan daerah sekitarnya kurang menunjang, akibatnya perekonomian kota ini kurang bagus. Disebut sebagai kota mangga, kota ini bukan merupakan tempat tujuan orang-orang berbelanja. Mereka lebih memilih ke Pasuruan atau Surabaya yang hanya berjarak waktu sekitar satu sampai dengan dua jam untuk ke sana.

Secara kasat mata kota ini adalah kota kecil yang tidak ramai yang hanya memiliki dua  pusat perbelanjaan, ada satu gerai fast food yang terkenal dan satu cinema. Kota ini terlihat semakin sepi saat pandemi melanda. Memang bermunculan beberapa cafe atau pusat kuliner khas kota, tapi itu juga tidak memberi banyak perubahan. Bahkan tidak sedikit pengusaha yang harus menutup tokonya.

Beberapa jenis usaha yang sangat terimbas oleh pandemi adalah usaha yang berhubungan dengan pernikahan. Mulai dari dekorasi pernikahan, percetakan undangan, jasa catering atau jasa hantaran. Bagian terakhir atau jasa hantaran ini yang sepertinya walaupun berkurang tapi tidak terhenti. Elizabet, seorang ibu pemilik toko yang bergerak di bidang ini, membenarkan hal ini. Ia mengaku panik pada awalnya. Memang seperti sebuah gempa bumi, yang tanpa gejala, tiba-tiba saja menghantam. Peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah muncul bergantian, sebagai contoh,kementrian dalam negeri menerbitkan intruksi mendegri no 43 tahun 2021 t7entang pembatasan resepsi pernikahan.

Peraturan bergerak cepat dan makin ketat. Masyarakat ikut panik. Ada yang membatalkan pesanan, ada yang mengurangi jumlah terkait pembatasan jumlah undangan dalam sebuh pernikahan. Rugi dong Bu? Tentu saja. Tidak bisa mengklaim pemesan atau bertindak semaunya, karena tidak ada yang menghendaki hal ini.

Namun demikian, diakui oleh Elizabet, keadaan mulai belajar menyesuaikan diri. Peraturan dari pemerintah tetap berjalan. Ada maksimal jumlah undangan dan tetap menjaga protokol kesehatan   Di samping memang takut melanggar peraturan, masyarakat juga takut terpapar covid. Yang dilakukan oleh masyarakat adalah tetap melakukan pernikahan tersebut tetapi dipangkas menjadi sebuah acara yang sangat sederhana, dihadiri keluarga inti dan cukup mengesahkan di Kantor Urusan Agama saja. Hal ini membuat pekerjaan Elizabet tetap bisa berlangsung. Meskipun merayap tetapi masih bisa maju. Jumlah yang berkurang dari segi tamu dan konsumsi, atau biaya dekor dan sewa hotel akhirnya lebih dialokasikan kepada hantaran- hantaran yang dibawa. Dihias seindah dan selengkap mungkin agar tetap ada kenangannya.

Waktu berjalan, saat pemerintah melonggarkan peraturannya, orang mulai mengatur kembali rencana khususnya berhubungan dengan pesta pernikahan. Tapi covid varian baru menggagalkannya kembali. Indonesia menutup diri lagi. Aturan diperketat kembali. Akibatnya banyak mall tutup tapi bermunculanlah toko-toko online. Elizabet mengaku diuntungkan kembali oleh keadaan ini. Banyak usaha online yang memesan hampers atau kemasan berbentuk kotak dengan ukuran sesuai keinginan pemesan. Bahkan ada yang sekaligus minta jasa pengiriman juga. Tentu saja ini sebuah kesempatan baru yang menguntungkan. Semakin bisa memberikan pelayanan yang sabar, telaten dan terpercaya, orang akan menggunakan layanan ini. 

Mungkin ini yang disebut bencana membawa hikmah. Ini merupakan dampak positif yang justru dirasakan oleh para penjual jasa. Di saat orang tidak bisa berkunjung, bersilahtuhrami, jasa pemesanan sekaligus pengiriman menjadi lahan tambahan pemasukan. Dari situ kemudian timbul ide-ide kreatif. Saat orang merasa bingung dan terbatas melakukan aktifitasnya, para penjual jasa menawarkan ide-ide nya. Salah satu yang dilakukan Elizabet adalah membuat akun instagram. Yang sebelumnya belum pernah dilakukannya. Belajar memasuki era teknologi yang baru. Wanita  berusia 54 tahun ini mengaku awalnya kesulitan tapi dari pengalaman itu ia mengatakan bahwa salah satu dampak positif dari pandemi adalah ia berkesempatan belajar teknologi.

Lebih lanjut pemilik toko ini menambahkan, andaikan pemerintah memberi perhatian yang lebih akan hal usaha ini, tentu usaha-usaha yang terhenti tidak sebanyak ini. Misalnya, pemerintah membantu menurunkan harga sembako atau memberi perhatian khusus untuk para pedagang kecil dengan misalnya memberikan bantuan kepada pelaku UMKM miskin dan rentan, insentif pajak bagi UMKM, memberikan pinjaman yang lebih lunak atau perluasan pembiayaan modal kerja bagi UMKM. Presiden Jokowi sendiri mengatakan “ akan berkomitmen bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menyisir lagi anggaran-anggaran yang tersedia untuk menambah lagi bantuan sosial, memperluas peluang kerja bagi masyarakat di lapisan bawah untuk program padat karya. Ia pun mengajak para pengusaha untuk tidak memutus hubungan kerja karyawannya di tengah pandemi ini seraya mengajak semua pihak bekerja sama”.

Merayap namun tetap maju. Memang itu yang dialami oleh Elizabet, namun tentu saja dari berjalan cepat bahkan berlari, kini harus merayap. Penurunan omzet cukup besar dan biaya yang dikeluarkan tetap besar. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah. Ia  mengaku harus pintar-pintar mengelola usahanya agar tidak jatuh dalam keadaan gali lubang tutup lubang. Kalau awalnya bisa omzet sekitar 80 persen sekarang mengalami penurunan menjadi 50 persen. Menutup wawancara, Elizabet hanya berharap keadaan kembali pulih, perekonomian kembali bersemangat dan kesejahteraan boleh dirasakan oleh seluruh negri.

 

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Konser Soundsfest 2022 Terpaksa Dibubarkan

Beraksi.com - Rabu, 27 April 21.00 WIB Penulis : Vallen Lando SURABAYA, Beraksi.com -,Konser Soundfest yang rencananya bakal digelar Selasa (29/03/2022) terpaksa dibubarkan Satgas Covid-19 Pemerintah Bandung. Konser yang menampilkan Tulus sebagai bintang tamu, dibubarkan lantaran panitia belum mengantongi izin. "Iyah betul dibubarkan. Dia (panitia) enggak punya izin," kata Kasatgas COVID-19 Kota Bandung Asep Saeful Gufron kepada dihubungi via telepon, Selasa (29/3/2022). Asep mengatakan ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan dibubarkannya acara ini, salah satunya adalah panitia konser tak menempuh perizinan sesuai kondisi pandemi COVID-19 di Kota Bandung yang tengah melaksanakan PPKM level 3. Insiden ini membuat banyak penonton geram dan kecewa, karena pembatalan dilakukan satu jam sebelum konser tersebut dimulai. Banyak dari mereka menuangkan kekesalannya melalui media sosial salah satunya tiktok. Bagas, penonton yang ditelusuri Beraksi.com, melampiaskan kekesalan dan k...

Menikmati Sunset di Pantai Kota Raja

Berkasi.com-Senin, 22 Mei 2022 Penulis : Teresa Wale Ende,Beraksi.com Tempat wisata yang wajib di kujungi bila datang ke Ende adalah destinasi wisata pantai K ota R aja . Tempat wisata yang baru dibangun oleh   pemerintah Kabupaten Ende   pada tahun 2021. Tempat wisata ini berada di sebelah barat pelabuhan Ende . Wisata Pantai Kota Raja ini terletak   Kelurahan Kota R atu , Kecamatan Ende Utara, N usa Tenggara Timur. W i sata Pantai kota raja s emenjak di buka tempat pada awal tahun 2022   ini menarik minat pengunjung. setiap harinya banyak sekali   masyarakat yang berdatangan, bukan hanya dari dalam kota Ende saja tetapi juga dari luar kota. Dari tempat wisata ini juga para pengunjung dapat melihat salah destinasi wisata yang terkenal di Kabupaten Ende yaitu gunung meja yang jaraknya tidak begitu jauh dari wisata pantai Kota Raja. Para pengunjung yang dat a ng juga ada sambil berfoto-foto,menikmati sunset atau bahkan   berolahraga. Untuk karcis m...