Skip to main content

Pilih Mana, Daring atau Luring?

Beraksi.com - Kamis, 28 April 2022 09.00 WIB

Penulis : Sean Kenneth







SURABAYA, Beraksi.com – Sejumlah perguruan tinggi di Surabaya telah menerapkan perkuliahan tatap muka pada semester genap TA 2021/2011. Kuliah tatap muka dapat diselenggarakan dengan syarat antara lain mahasiswa dan tenaga pendidik sudah mendapat vaksin dosis ke-2.

Kebijakan ini tidak terlepas dari aktivitas pembelajaran daring yang menuai banyak kritikan. Kali ini Beraksi.com akan mewawancari mahasiswa untuk menampilkan pandangan dua sisi dari pembelajaran daring dan luring. Saat ini mereka beraktivitas secara daring sambil menunggu informasi lebih lanjut perihal perkuliahan luring. Mahasiswa diminta untuk memberikan pendapatnya tentang pilihan antara kuliah luring ataupun daring.

Hasilnya banyak yang memilih berkuliah daring. Menurut Allen mahasiswa Tristar “aku menjadi terbiasa berkuliah daring karena lebih efektif dan menghemat biaya”. Tak hanya itu tetapi mereka juga merasa lebih dimudahkan dalam hal pelajaran hingga enggan jika harus berhadapan dengan berbagai kesulitan yang hanya ditemui ketika kuliah luring. 

Namun ada 1 mahasiswa yang menyampaikan bahwa "lebih baik kuliah luring karena pelajaram menjadi lebih masuk dan paham, karena saya lebih mudah paham kalau bertemu dengan dosen" jawab Abednego ketika dimintai pendapatnya.

Raphael memberikan kesimpulan bahwa “kegiatan kuliah luring maupun daring memilih kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan kuliah daring tentunya semua menjadi dapat berjalan dengan lebih efisien dan mudah, namun kualitas belajar akan menurun. Sedangkan dengan kuliah luring, kualitas belajar akan menjadi lebih baik namun banyak hal yang menjadi tidak se-efektif ketika kuliah daring.”

Sudah terbiasa menjalani kuliah daring selama dua tahun juga menjadi faktor utama mahasiswa terbiasa menjalani proses belajar dengan lebih mudah dan serba online bukan menjadi hal negatif lagi seperti pada awal-awal pandemi di mana semua orang membenci kegiatan secara online. 

Pada akhirnya kita semua harus tetap serius menjalankan studi, entah dengan luring maupun daring, semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, mahasiswa perlu serius serta bertekad dengan komitmen yang baik dalam menjalani proses studi kita. Tetap semangat bagi mahasiswa era pandemic, mari jadi generasi harapan bangsa yang handal untuk membangun negeri kita tercinta.  

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....