Skip to main content

Seni Bela Diri Tradisional Yang Masi Digemari Oleh Remaja Modern

Kamis 19 Mei 2022 22:00 WIB

Penulis: Reinard De Advento 



SURABAYA, Beraksi.com  Seni Bela diri silatolahraga yang identic dengan gerakan lincah nan elok serta pukulan yang dikombinasikan dengan tendangan tendangan membuat para penonton dan masyarakat terkhusus warga Negara Indonesia memiliki kebanggaan tersendirikarena olahraga yang lahir di tanahair dikenal hingga dunia international banyak negaranegara di luar Indonesia mulai melirik seni belah diri tersebut.

Aqila Sari RamadhaniRemaja wanita kelahiran Surabaya 20 November 2001 merupakan salah satu remaja wanita asalperguruan perisai diri Surabaya, namun jangan salah Lalanama sapaan remaja wanita mahasiswi universitas airlanggajurusan sastra inggris, menurutnya meskipun olahraga silatmerupakan olahraga yang berat memberikan banyak manfaatbagi diri dan perkembangan hidupnya

Kelas 5 Sekolah Dasarjenjang pendidikan yang masi bisadikatakan waktu seorang anak untuk bersenang senangnamun berbeda dengan Lala ia mulai melirik seni olahragabela diri tersebutdengan bantuan teman dari sang pamansejak saat itu pula ia mulai minat dengan olahraga tersebut.

Namun siapa sangka remaja wanita dengan tinggi kuranglebih 162 CM tersebut dengan secara tidak sengaja ketika iaterjun ke dunia seni belah diri silat membuahkan hasil yang sangat memuaskan dari sebuah ketidak sengajaan hinggamengikuti kejuaraan tingkat provinsi

Awal mula dan pandangan seorang Lala kepada beladiri silatadalah “ketika ia memenangkan perlombaan dengan piagampiagam serta pialadan ketika ada orang melihat sayabertanding kemudia mereka senang dengan silat merupakansuatu kebanggan tersendiri.

Kehilangan teman dan rasa ingin bermain seperti remaja padaumumnyaujar aqila sari ramadhani ketika ia merasa jenuhdengan latihan latihan dan persiapan lomba yang 2 atau 3 kali sebelum perlombaan mulai

Namun segala hal tersebut yang telah Lala capai tidak halyang mudah bila adanya dukungan keluargadukungan positifdari lingkungan keluarga membuatnya terus menggeluti senibelahdiri olahraga tersebut hingga ketingkat provisi.

 

Konsistenhal kecil yang mebuahkan hasil yang lebih dar kitapikirkanmenurut remaja wanita yang memiliki kulit eksotisini ketika ia menekuni silat hal yang dibutuhkan adalahkonsisten yang tinggidan ketika ia merasa bosan dan jenuhkepada olahraga tersebutdia tidak ingin berhentinamunmeminta waktu untuk istirahat sejenak dengan jangka waktu 1 atau 2 minggu.

Segala perjalanan selalu menemui tantangan atau hambatanhambatan yang menurut Lala paling meresahkan nya adalahberat badandikarenakan ketika ingin bertanding pemainharus menyesuaikan berat badan dengan kelas yang inginmereka ikuti dan pengalaman Lala dalam 1 minggu ia harusmenurunkan berat sebanyak 5 Kg demi bisa mengikutiperlombaan.


Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....