Skip to main content

Sistem Perkuliahan Daring di Masa Pandemi Covid-19, Efektifkah?


Beraksi.com-Jumat, 29 April 2022 12.00 WIB

Penulis: Vanessa Louise


SURABAYA, Beraksi.com – Dikutip dari covid.19.go.id, terdapat  naiknya kasus Covid-19 sebanyak 57.491 orang sejak awal Februari 2022 di banyak kota membawa dampak diberhentikannya pembelajaran tatap muka mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Banyak universitas sempat menerapkan perkuliahan secara daring dan luring, tetapi akhirnya Kembali menyelenggarakan perkuliahan full daring. Aktivitas perkuliahan ini akan terus berlangsung hingga ada pemberitahuan/informasi terbaru dari Dinas/Kementrian Pendidikan bahwa pembelajaran boleh kembali ke sistem hybrid atau bahkan full luring.

Dari kasus Covid-19 ini membuat banyak mahasiswa yang menjadi malas untuk belajar, meremehkan, dan menjadi tidak bisa menyerap mata pelajaran dengan baik. Terlebih sistem perkuliahan full daring telah dirasakan pada tahun-tahun sebelumnya dan terbukti menimbulkan rasa malas, bosan, stress, dan tertekan dari pengajar maupun pelajar. Hal tersebut menimbulkan pro dan kontra dari mahasiswa sendiri, mulai dari materi dan strategi yang digunakan, bahkan dosen pun merasakan yang sama.

 Kuliah daring efektif untuk mengangkat nilai, tetapi kalau dari sisi memahami materi kurang efektif karena pasti banyak kendala yang terjadi sehingga materi perkuliahan tidak bisa dipahami secara maksimal. Materi perkuliahan lebih enak dipahami secara offline, dari suasana kelas yang mendukung untuk fokus, dosen mengajar lewat papan tulis.” ujar Daniel Herawan, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil angkatan 2021, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sedangkan menurut Abelrius, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2020 dan anggota Ormawa BEM dari Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, menyatakan kuliah daring kurang efektif, karena susah fokus saat kuliah online. Seringkali meninggalkan Zoom untuk mengerjakan kesibukan lain dan bisa fokus terhadap kelas pun karena terbantu suasana yang kondusif.

Pro kontra ini membuat banyak tenaga pengajar terutama dosen Jurusan Ilmu Komunikasi yaitu Maria Yuliastuti, S.SOS., M.MED.KOM. menggunakan strategi dalam pembelajaran agar bisa lebih efektif. Seperti memberikan tugas, diskusi bersama, hingga menggunakan aplikasi untuk quiz atau game.  Maria Yuliastuti, S.SOS., M.MED.KOM. mengantakan bahwa video lucu,kekinian, yang sedang viral sekarang digunakan untuk mempererat hubungan dengan mahasiswa. Hasil pengukuran tercapaian materi, tugas sudah dikerjakan dengan baik atau tidak,jika tidak harus dicari masalahnya ada dimana. Membangun kolaborasi antar mahasiswa, jadi jangan sampai dosen hanya menyampaikan materi hanya satu arah, dari sisi mahasiswa diusahakan ada feedback.

Dalam pembelajaran daring, juga terdapat beberapa dampak yang dirasakan oleh mahasiswa maupun dosen. Meski pembelajaran berjalan secara daring, tetapi mahasiswa juga membawa dampak positif dengan ikut serta dalam organisasi, mudah mendapatkan teman secara online, dan sosialisasi lancar.

Sedangkan para dosen merasakan dampak negatif, di mana dosen menjadi tidakmengenal mahasiswa dengan baik, dosen juga tidak terbiasa mengajar daring, dan mudah mengantuk karena berbicara sendiri, serta menjadi khawatir mengenai tingkat pemahaman mahasiswa mengenai materi yang disampaikan. Di balik dampak negatif itu, terdapat pula dampak positifnya yaitu dosen bisa multitasking dan cepat dalam mengerjakan hal lain, waktu dan tenaga menjadi lebih efisien dan menjadi salah satu jalan keluar kuliah dengan aman di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan mahasiswa bisa belajar secara fleksibel dimanapun dan kapanpun.  

Sementara harapan Daniel dan Abelrius agar mahasiswa tidak boleh terlalu nyaman dengan daring, karena tidak bisa mengembangkan diri sendiri. Juga jangan meremehkan kuliah online, manfaatkan waktu kuliah online sebaik mungkin, dan harus menjalaninya dengan hati yang ikhlas.

Maria selaku dosen juga berharap agar mahasiswa bisa menanggapi dosen saat diminta, lebih responsif dalam pembelajaran agar dosen mengetahui sejauh mana materi yang disampaikan dimengerti oleh mahasiswa sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....