Beraksi.com-Kamis 12 Mei 2022
Penulis : Azevhedo Ardyansy
Surabaya, Beraksi.com - Apa yang kamu ingat apabila mendengar kata “anak kos”? Mie instant, kantong kering di akhir bulan, makan seadanya, semua serba dilakukan sendiri. Kata tersebut sudah melekat dalam kehidupan anak kos. Menjadi anak kos tentu harus disiplin. Salah satunya dalam mengatur keuangan. Sebab, bagi yang masih bergantung dengan uang dari orangtua tentu harus dapat menggunakan uang dengan baik atau lebih bijaksana. Jangan sampai uang menipis belum pada waktunya. Bisa jadi ketika punya kebutuhan mendadak, kamu sebagai mahasiswa rantau tak punya uang.
Siang itu di kamar kos yang bertempat di daerah Ngagel Surabaya, suasana yang sangat panas kamar itu hanya berbekal kipas angin yang sedang tengok kanan kiri, dihuni oleh seorang pemuda yang berasal dari Semarang yang sedang mempertaruhkan nasib di ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya. pemuda yang bernama Shaka tersebut sedang menjalani pendidikan di Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya.
Suka menjadi anak kos
Berikut adalah keuntungan dari menjadi anak kos berdasarkan wawancara yang beraksi.com lakukan dengan pemuda rantauan tersebut.
Pertama, hidup akan menjadi teratur dan disiplin. Dikarenakan hidup sendiri maka kehidupan pemuda kos tersebut dituntut untuk mengatur kehidupan mereka sendiri dan bergantung pada diri sendiri. Seperti, Mengatur pola makan sendiri dan mengelola keuangan agar pengeluaran digunakan secara efektif.
Kedua, bebas pulang dan pergi sesuka hati. Karena hidup sendiri, kehidupan pemuda kos ini bebas mengatur waktu yang ia punya seorang diri. Pergi kemanapun, kapanpun, bersama siapapun. Anak kos tak akan pernah lagi mengalami yang namanya diomeli mama.
Ketiga, membangun rasa tanggung jawab. Walau memiliki kebebasan untuk mengatur hidupmu sendiri, sebagai anak kos yang sedang menempuh pendidikan, pemuda tersebut tetap mengerti dengan tujuan dan harapan orang tua dirumah. Sehingga, secara tidak langsung hal ini akan melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab atas kebebasan yang ia miliki.
Keempat, banyak teman. Karena hidup seorang diri, pemuda tersebut harus mencari banyak teman karna agar tau banyak tentang kota yang ia tinggali, maka otomatis skill bersosialisasi untuk membangun pertaman jadi terasah tajam.
Duka menjadi anak kos
Namanya hidup jika ada suka pasti ada duka. Disamping enaknya hidup sendiri dengan kebebasan yang ia miliki, tentu juga ada tidak enaknya menjalani hidup yang serba sendiri. Berdasarkan wawancara yang beraksi.com lakukan pada pemuda kos tersebut mengatakan bahwa, kesulitan yang dihadapi pasti akan berpengaruh dalam kehidupan di esok hari.
Memang mempunyai kebebasan yang tidak ada batasnya akan terasa menyenangkan tetapi jika tidak bisa menahan diri atau tidak bertanggung jawab atas kebebasan yang dimiliki, maka kehidupan yang ia jalani akan tidak teratur. Seperti pola makan yang tidak teratur sehingga sering jatuh sakit, tidak bertanggung jawab atas kewajiban sebagai mahasiswa, salah pergaulan, dan yang paling utama adalah tidak bijaksana dalam mengelola keuangan.
Tips hemat atau pelit?
Demi ketahanan uang saku yang harus dijaga dari gempuran serangan barang yang lucu-lucu atau pengeluaran yang tidak efektif. Kehidupan yang serba sendiri dituntut untuk lebih bijak dalam mengelola uang. Mahasiswa Untag tersebut punya caranya agar uang betah berlama-lama didalam dompet.
1. Buat anggaran keuangan dengan cermat
Tiap kali kiriman dana yang diterima, baik dari sangu bulanan atau dari gaji pekerjaan, biasanya disebut dengan tanggal muda. Pemuda tersebut mencatat pengeluaran rutin, seperti biaya sewa kos, makan setiap hari, bensin atau transportasi, kuota internet dan pulsa, hingga perlengkapan seperti langganan spotify atau netflix.
Tentu mencatat anggaran keuangan gunanya untuk memprediksi kemana saja uang kita akan pergi. Sehingga, pemuda ini dapat memprediksi berapa sisa uang yang ia miliki. Dan jika kebutuhan pertama atau kebutuhan rutin anda terpenuhi, baru anda bisa menggunakan uang anda untuk self reward anda sendiri.
2. Carilah pekerjaan sampingan
Selain sedang menjalani kuliah di Untag dengan prodi Teknik Informatika. Ia memiliki kesibukan lainnya yaitu bekerja dengan sistem freelance sebagai teknisi. Pemuda asal Semarang ini adalah lulusan dari SMK Negeri 4 Semarang jurusan Teknik Komputer Jaringan. Saat SMK ia menjalani magang di Surabaya, tepatnya CV Global Tech yang mempunyai kantor di pusat kota Surabaya. Dan juga menjadi alasan mengapa pemuda yang kerap dipanggil Shaka memilih Surabaya sebagai kota yang dipilih untuk menempung pendidikannya.
Alih-alih sebagai pengisi waktu luang perkuliahan saja, mencari pekerjaan sampingan dilakukan guna untuk menambah pemasukan agar mendapatkan sangu tambahan dan tidak hanya menggantungkan nasib dengan uang yang diberikan orangtua saja. Akan tetapi pemuda tersebut tetap ingat dengan tujuan awal ia memilih pergi jauh dari rumah. Yaitu, untuk mencari gelar di kota orang lain. “Jangan sampai kuliah kalian terhambat dengan pekerjaan yang kalian pilih” ujar anak kos tersebut.
3. Cari kos yang strategis
“Lokasi kos yang strategis bisa membantu dalam menghemat pengeluaran” ujarnya. Dengan jarak kos sekitar 2km dari Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya, melewati beberapa lampu merah serta jalan yang biasanya padat penduduk itu. Semakin dekat lokasi kos dengan kampus, maka kebutuhan biaya untuk ongkos pun akan terpangkas semakin kecil. Itu sebabnya, agar keuangan pemuda tersebut bisa tetap aman hingga akhir bulan.
4. Mencari warung makan untuk dijadikan langganan
“Lorong gaza, lorong perbatasan antara Unitomo dan Untag, lorong yang berisikan deretan beberapa warung yang kerap banyak mahasiswa nongkrong di tempat tersebut, karena cukup terkenal di kalangan mahasiswa Untag dan Unitomo, sehingga dijadikan sebagai tempat untuk istirahat makan bagi para mahasiswa disana”
Setiap universitas pasti mempunyai makanan khas dengan harga kaki lima dan rasa bintang lima. Pemuda tersebut mempunyai warung langganannya di dekat kampusnya. Warung itu tentu berada di daerah dekat kampus, sehingga setiap kali sedang berada di kampus, pemuda yang dipanggil Shaka ini, tidak lupa untuk mampir makan di warung tersebut.

Comments
Post a Comment