Skip to main content

Universitas Kuliner, Tempat Belajar tanpa Masa Depan?


Beraksi.com - Kamis,21 Mei 2022. 13:30 WIB

Penulis : Imanuel Christian


SURABAYA, Beraksi.com-Dapur yang luas, peralatan dan fasilitas yang memadai, bumbu yang lengkap serta didampingi Chef Profesional merupakan suatu “surga” tersendiri untuk orang-orang yang mempunyai ketertarikan di bidang kuliner. Hebatnya suasana tersebut dapat kita temui disalah satu Universitas Kuliner yang terletak di Surabaya, Sages University adalah salah satu Universitas di Surabaya yang bergerak khusus dalam bidang kuliner, kelas yang ada di Universita ini pun terbagi menajdi 2, untuk kelas praktek sendiri terdiri dari beberapa kitchen beserta jenisnya dan untuk kelas teori hampir sama seperti kelas pada umumya. “Fasilitas yang kami sediakan bisa dibilang salah satu fasilitas-fasilitas yang terbaik untuk dapur” kata Chef Elvin seorang dosen dan juga Chef di Universitas tersebut, muali dari peralatan dan keamanan semuanya lengkap di Kitchen Sages University sehingga bukan hanya para mahasiswa dan mahasiswi tetapi para dosen dan chef juga bisa dengan leluasa mengikuti dan melakukan kegiatan belajar mengajar.

Sages University adalah Universitas yang berkonsentrasi pada pembentukan seorang chef yang hebat dalam bidang Culinology, Gastronomy dan Hospitality, dengan pola belajar International yang unik dan menyenangkan. Berada di Jl. Puncak Permai II/28 Surabaya, INDONESIA. “Sebelum menjadi Universitas, Sages University sendiri pada awalnya adalah sebuah tempat kursus masak yang hanya dihandle oleh beberapa orang saja termasuk saya hingga akhirnya bisa menjadi Universitas” kata Ms Ivy seorang Dosen Sages University. Kurang lebih 4 tahun setelah Ms Ivy berada di sages sampai pada akhirnya Sages menjadi suatu Universitas yang bergerak khusus di bidang kuliner, berbekal pendidikan yang pernah ditempuh di fakuktas pangan dan pertanian, kini Ms Ivy berhasil menjadi salah satu dosen dan chef di Sages University, ia memaparkan bahwa pada awalnya ini adalah suatu tantangan baru baginya tapi dengan visi dan misi yang mulia ia tetap bertahan sampai berhasil membuat Sages menjadi salah satu Universitas Kuliner di Surabaya.

Sages University sendiri menjadi sesuatu yang menarik bagi orang-orang awam khususnya masyarakat Indonseia karena merupakan hal baru bagi kita semua, kita tau kebanyakan Universitas pada umumnya bergerak dalam bidang akademis dan mempunyai beberapa jurusan atau fakultas, tetapi tidak dengan Sages University yang hanya khsus bergerak dalam bidang kuliner. Mata Kuliah yang diberikkan pun terbagi menjadi 2 yaitu mata kuliah umum dan mata kuliah wajib, “Untuk mata kuiah wajibnya kebanyakan praktek dan yang umum lebih kearah teori” Kata Suwandi seorang mahasiswa Sages University angkatan 2021 saat diwawancari oleh tim Beraksi.com. “Tidak hanya terfoku pada 1 materi kuliner doang, Sages ngajarin secara keseluruhan juga kayak pastry, kulinary, management sama yang lain” kata Evelyna seorang Mahasiswi Sages angakatan 2021

"70% praktek dan 30% teori, didukung dengan fasilitas yang baik, kami lebih mempersiapkan para mahasiswa dan mahasiswi kami untuk siap terjun dibidang kerja" kata Chef Elvin. "Tidak perlu memiliki skill basic dasar yang penting adalah ketertarikan dan berani mencoba, jika suka kami dengan senang hati akan menerima, jika tidak yasudah tidak apa-apa" lanjutnya. Chef Elvin sendiri mengatakan bahwa setelah ia bergabung dengab Sages, banyak moment-moment yang membuka pandangannya terhadap dunia kuliner bahwa dunia kuliner itu tidak hanya sebatas memasak saja, perlu pengetahuan yang luas tentang bahan dan juga alat-alat yang digunakan.

Inilah yang dialami oleh Suwandi dan Evelyna, salah satu mahasiswa dan mahasiwi angkatan 2021 Sages University, Suwandi sendiri mengaku bahwa ia sama sekali tidak memiliki basic didunia kuliner, ia hanya hobi dan memiliki ketertarikan di dunia masak. Berbeda dengan Evelyna yang sudah dari dulu tertarik untuk masuk kedalam Sages University, mereka cukup kaget karena sistem pengajaran praktek yang sangat beda dengan Universitas lain, "Capek karena harus berdiri 4 jam nonstop, dan rentan luka karena beberapa insiden dengan alat-alat masaknya, taoi itu juga yang bikin seru dan bikin aku siap buat terjun didunia kerja kuliner" Kata Evelyna saat diwawancarai oleh tim Beraksi.com. Lain halnya dengan Suwandi ia mengatakan bahwa ia sangat enjoy berkuliah di Sages, selain karena lingkungannya yang mendukung ia juga mendapatkan banyak sekali pengalaman baru dalam bidang masak-memasak.

"Akan ada magang selama 6 bulan yang nanti akan diberikkan dan tempat magangnya pun bisa pilih bebas sampai diluar Indonesia" Kata Suwandi dalam wawancara. Chef Elvin dan Ms Ivy sendiri pun sudah sering berpesan pada Mahasiswa dan Mahasiswinya bahwa tidak perlu takut untuk mencoba, kami pasti akan membantu semaksimal kami, tidak dapat dipungkiri juga bahwa memasak sekarang menjadi salah satu aktivitas yang sangat menjanjikan, bisa membuka lapangan kerja baru, menjadi kurikulum baru dan banyak lagi, karena itu tidak ada yang perlu ditakutkan kita disini belajar bersama-sama dari 0. 

Selain memberikkan pengajaran seputar dunia kuliner dan juga mempersiapkan mahasiswa dan mahasiswi mereka unutk lapangan kerja, Sages University juga memberikan hal-hal penting juga seperti etika jika nantinya akan menjadi Chef, “Seorang Chef dituntut untuk dapat bekerja keras, disiplin, bisa time management, sabar dan multitalent, karena itu kampi para Chef dan Dosen disini sudah biasa memberikkan situasi belajar dibawah pressure agar nantinya mereka terbiasa ketika sudah terjun dalam dunia kerja” Kata Chef Elvin.

Comments

Popular posts from this blog

Gedung Cak Durasim Pilihan Destinasi Wisata Budaya di Surabaya

Beraksi.com- Selasa, 26 April 2022, 14.20 WIB  Penulis: Keisha Sarah Harijono SURABAYA, Beraksi.com - Cak Durasim merupakan gedung pusat kegiatan seni  budaya yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur. Kegiatan seni budaya di Gedung Cak Durasim dikhususkan untuk pergelaran dan tempat latihan kesenian dari berbagai disiplin, seperti seni teater, seni tari, seni musik, pedalangan. Gedung ini bertempat di Jl. Gentengkali 85 , Surabaya , Jawa Timur , Indonesia. Gedung yang dikelolah oleh UPT Taman Budaya Dinas Budaya dan Pariwisata Veteran Jawa Timur ini memiliki jadwal tetap pertunjukan seni setiap minggunya yang dapat diakses melalui instagram resmi Gedung Cakdurasim yakni @Cak_Durasim. Jam operasional gedung ini adalah 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dari hari Senin hingga Minggu, Apabila ada pertunjukan khusus maka gedung ini akan buka lebih lama dari jam operasional biasanya yakni hingga pukul 20.00 WIB khususnya di hari Sabtu dan Minggu. ...

Mengenal Konsep Unik Alun-Alun Kota Surabaya

Beraksi.com-Senin, 9 Mei 2022 Penulis : Kevin Christian Alun alun kota Surabaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sekitar tahun 1800-an Belanda menghancurkan Masjid Agung. "Saat penghancuran ini, Belanda mendapat perlawanan dari para kiai. Ada tokoh kiai disitu, Mbah Sedo Masjid yang kini makamnya di Selatan Tugu Pahlawan melakukan perlawanan," Untuk meredam, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Masjid Agung ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Masjid Kemayoran. Belanda menebus dengan membangun ulang masjid agung yang telah dihancurkan. Sementara untuk Alun-alun Contong dikelilingi pohon di sampingnya dan ditenaghnya redapat pohon beringin. Alun-alun Contong difungsikan lebih kepada tempat kuda raja Keraton Surabaya. Dan mengapa alun alun kota Surabaya memiliki desain bawah tanah ini di karenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beralasan, konsep ini dibuat karena terbatasnya ruang pembangunan alun-alun yang  memiliki luas total sekitar 14.620 meter persegi...

Cari Tau Yuk, Tentang Sate Klopo Ondomohen ini!

Beraksi.com- Jumat, 29 April 2022 Penulis : Elsaday Shani Surabaya, Beraksi – Siapa yang enggak tahu Sate Kelopo Ondomohen? Makanan ini, sudah di kenal dimana – mana karena memang legend banget dari dulu hingga sekarang.  Sate ini memiliki olahan yang berbeda dari sate lainnya dan selalu menjadi makanan terpopuler di Surabaya.  Sebagai gudangnya kuliner, sate ini sangat populer di kalangan mana saja, harga? Tentu! Jangan khawatir karena, harganya sangat terjangkau dan sesuai kantong rakyat.  Cita rasa yang ada dalam Sate Kelopo Ondomohen ini mempunyai ciri khas tersendiri baik dari sate, rempah – rempah yang digunakan dan taburan kelapa yang membuat sate itu memiliki khas yang berbeda dari sate lainnya. Rasanya yang gurih membuat sate kelopo ini menjadi salah satu kuliner yang akan dikunjungi dari daerah mana pun. Dengan sate sentuhan kelapa membuat rasanya menjadi gurih yang dipadukan dengan bumbu kacang memiliki tekstur lembut serta menjadi kombinasi yang begitu lezat....